Strategi Rantai Pulau (ICS)

ICS disampaikan pertama kali oleh John Foster Dulles (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) ke-52, 1953-1959) pada saat Perang Korea di tahun 1951 sebagai alternatif kebijakan AS untuk membatasi gerak Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). ICS tidak diadopsi AS namun mendapatkan perhatian penuh dari para analis dan penyusun strategi maritim RRT. ICS mempengaruhi penyusunan strategi People’s Liberation Army Navy / Angkatan Laut RRT (PLAN) dan kebijakan ekonomi RRT.

ICS dibagi menjadi 3 (tiga) bagian: 1st Island Chain (IC), 2nd IC dan 3rd IC.

800px-Geographic_Boundaries_of_the_First_and_Second_Island_Chains.png

1st2nd-island-chain

1st IC

1st IC terdiri dari Kepulauan Kuril,  Jepang, kepulauan Ryukyu, Taiwan, Filipina Utara dan Kalimantan, dari Semenanjung Kamchatka sampai dengan semenanjung Malaka. Beberapa analis berpendapat bahwa 1st IC juga termasuk Kepulauan Aleutian (ujung timur laut). Bagian terpenting dari 1st IC bagi AS ialah Taiwan yang disebut sebagai “Unsinkable Aircraft Carrier” dan merubahan basis jika bermaksud melancarkan operasi militer ke wilayah RRT.

Ist IC memiliki arti yang amat penting bagi doktrin militer People’s Liberation Army (PLA) / Angkatan Bersenjata RRT. PLA memandang wilayah yang dibatasi oleh 1st IC wajib diamankan dari kekuatan musuh (markas, pesawat tempur dan grup kapal induk), untuk menutup wilayah Laut Kuning (Yellow Sea), Laut Cina Selatan (LCS) dan Laut Cina Timur (LCT).

Berdasarkan ICS, maka PLA berusaha keras untuk mengamankan 1st IC dari aset militer AS, jika dipandang perlu PLA melancarkan serangan pendahuluan untuk mencegah kekuatan militer AS menguasai wilayah yang dibatasi oleh 1st IC. Saat ini, PLA sedang membangun kapasitas untuk dapat mengamankan wilayah yang dibatasi oleh 1st IC. PLAN melaksanakan pembangunan kapal perang besar-besaran (Kapal Induk beserta pesawat tempur multi-fungsi, Kapal Perusak, Fregat serba guna, Kapal Pendarat, Kapal Selam (nuklir / konvensional) dan Kapal Patroli Cepat yang dipersenjatai dengan peluru kendali) untuk menandingi Armada ke-7 AS.

first_island_chain_perimeter_marked_in_red

2nd IC

2nd IC terdiri dari Kepulauan Ogasawara, Kepulauan Volcano Jepang, dan Kepulauan Mariana. 2nd IC berada di bagian tengah Samudera Pasifik.

3rd IC

3rd IC terdiri dari Kepulauan Aleutian sampai dengan wilayah Oceania. Bagian terpenting dari 3rd IC ialah Hawaii.

ICS dan 9 DL

Jika diperhatikan, ujung paling selatan dari 1st IC bentuknya menyerupai huruf U dan mirip dengan bentuk 9 DL. 9 DL/ 11 DL disusun dan dirumuskan oleh Pemerintah Republik Tiongkok pada tahun 1946-47 sebagai upaya mengelola secara administratif wilayah-wilayah Republik Tiongkok dan diadopsi oleh Pemerintah RRT. Rumusan 1st IC dan ICS Dulles memberikan aspek kemiliteran / pertahanan dalam 9 DL RRT.

Aspek kemiliteran inilah yang mendorong Pemerintah RRT lebih aktif memperjuangkan klaimnya di SCS. Setelah  mengalami pertumbuhan ekonomi yang fantastis, Pemerintah RRT memiliki modal untuk membangun dan mengembangkan kekuatan angkatan lautnya sesuai dengan ICS.  Sesuai dengan doktrin pertahanan PLA yang didasari oleh ICS, wilayah 9 DL wajib diamankan untuk memastikan bahwa tidak ada aset asing yang berpotensi untuk digunakan secara militer dalam menyerang daratan RRT.

Berikut ilustrasi yang dibuat oleh Mayor Jeremy Renken dari Angkatan Udara AS tentang aplikasi ICS antara RRT-AS:

A2AD to keep the US Out.png

Sampai saat ini, Pemerintah RRT menghindari penggunaan aset PLAN untuk berpatroli di wilayah 9DL dan menggunakan aset Maritime Surveillance / Pengawasan Maritim yang merupakan satuan pengamanan sipil dibawah State Oceanic Administration (SOA) dan Ministry of Public Security (setara dengan Kemhan) RRT. Armada kapal Pengawasan Maritim SOA dijuluki Angkatan Laut ke-2 RRT setelah PLAN.

Kesimpulan

  1. ICS memberikan penjelasan terhadap dimensi militer / pertahanan 9 DL dan memberikan pencerahan mengapa Pemerintah RRT begitu berkeras dalam memperjuangkan klaim-nya di SCS. Saat ini PLAN sedang membangun kapasitasnya untuk dapat mengamankan secara total wilayah yang berada di dalam 9 DL sebagai bagian dari strategi pengamanan 1st IC.
  2. Walaupun saat ini Pemerintah RRT mencegah eskalasi situasi di SCS dengan hanya menugaskan unsur sipil (Maritime Surveillance SOA) dalam berpatroli memperkuat klaim 9 DL di wilayah SCS namun tetap ada kemungkinan bahwa suatu hari Pemerintah RRT akan menggunakan aset PLAN untuk memperkuat dan mepertahankan klaimnya di SCS.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Island_Chain_Strategy

Imperialism and instability in East Asia today

Strategic Architectures

http://www.businessinsider.com/tensions-in-the-south-china-sea-explained-in-18-maps-2015-1?IR=T&r=US&IR=T/#17us-military-personnel-in-east-asia-17

https://www.usnwc.edu/Academics/Faculty/Derek-Reveron/Workshops/Maritime-Security,-Seapower,—Trade/Maritime-Working-Papers/cole-island-chains.aspx

http://www.usni.org/magazines/proceedings/2014-04/defend-first-island-chain

http://www.businessinsider.co.id/china-constructing-runway-in-south-china-sea-2015-4/?r=US&IR=T#7JZz8MHUhWWsAb7s.97

https://olli.ucsd.edu/display/documents/ChinasMaritimeStrategy11Feb14.pdf

https://cofda.wordpress.com/tag/second-island-chain/

Just Where Exactly Did China Get the South China Sea Nine-Dash Line From?

Iklan